5 Hal Wajib Dilakukan Setelah Install WordPress

Hai Teman-Teman Calon Web Developer!

Pernah gak sih setelah install WordPress, Anda langsung excited mau langsung pilih tema yang cantik dan mulai nulis? Saya dulu juga gitu!

Tapi, taukah kamu? Ada beberapa hal yang krusial yang saya lewatkan di awal-awal yang justru bikin website pertama saya pernah kena hack dan ranking di Google juga susah sekali naik. Saya belajar dari pengalaman pahit itu, dan hari ini, saya ingin berbagi pelajaran berharga tersebut dengan kalian.

Bayangkan kita baru saja membeli rumah baru. WordPress yang baru install itu adalah bangunan mentahnya. Sebelum kita mengecat dinding dan memasang furniture, kita harus pastikan dulu pondasinya kuat, pintunya terkunci, dan sistem keamanannya berjalan.

Nah, artikel ini adalah tentang 5 ritual wajib saya setelah install WordPress yang akan mengubah website mentahmu menjadi website yang aman, SEO-friendly, dan siap untuk dikembangkan. Yuk, kita lakukan bersama!

 

1. Ganti Struktur Permalink

Buat URL website Anda ramah manusia dan Google.

Cerita Saya:

Dulu, saya pikir URL itu nggak penting. Saya biarin aja default-nya websiteku.com/?p=123 . Ternyata, itu salah besar! Suatu hari, saya ingin membagikan sebuah artikel ke grup komunitas. URL-nya berantakan dan tidak ada yang tahu artikel itu tentang apa. Enggak ada yang mau klik!

Mengapa Ini Penting Buat Anda:

  • Buat Google Senang: Google lebih mudah memahami dan meranking artikel yang URL-nya jelasin isi konten (contoh: websiteku.com/cara-membuat-website)
  • Buat Manusia Juga Senang: URL yang jelas mudah diingat dan dibagikan. Percayalah, ini meningkatkan kepercayaan audience Anda.

Cara Gambangnya (30 Detik Selesai):

  1. Dari dashboard WordPress, masuk ke Settings>Permalinks.
  2. Pilih opsi “Post Name”.
  3. Klik “Save Changes”.
  4. Selesai! Ini langkah pertama tercepat untuk SEO yang sudah Anda lakukan.

 

2. Hapus Theme dan Plugin Default

Cerita Saya:

Awalnya, saya pikir theme default seperti “Twenty Something” dan plugin “Hello Dolly” itu lucu dan nggak ganggu. Sampai suatu hari, ada vulnerability di salah satu theme default yang sudah lama tidak saya update… dan website saya kena malwere. Stress banget!

Mengapa Ini Penting Buat Anda:

  • Keamanan: Theme dan plugin yang tidak terpakai tapi tidak di update adalah pintu masuk bagi hacker. Kurangi risiko itu!
  • Kerapian: Dashboard yang bersih bikin pikiran jadi fokus.

Cara Saya Membersihkannya:

  • Untuk Theme: Pergi ke Appearance>Theme. Hapus semua theme yang tidak kamu gunakan. Tapi, selalu sisakan SATU theme aktifmu untuk cadangan.
  • Untuk Plugin: Pergi ke Plugins>Installed Plugins. Non-aktifkan dan hapus plugin sampah seperti “Hello Dolly”. Itu tidak ada gunanya. Sungguh!

    “Untuk menghapus tema, Anda bisa membaca panduan dasar cara memilih tema di artikel [Cara Membuat Website WordPress untuk Pemula] kita sebelumnya.”

 

3. Atur Indentitas Website Anda

Cerita Saya:

Saya sempat malu ketika seorang client bilang “Websitenya keren, tapi kok taglinenya masih ‘Just another WordPress Site’?” Saat itu saya tersadar, detail kecil seperti itu sangat mempengaruhi profesionalisme.

Mengapa Ini Penting Buat Anda:

Tagline, zona waktu, dan format tanggal adalah identitas digital pertama Anda. Jangan sampai salah!

Yang Saya Lakukan:

  1. Setting>General.
  2. Tagline: Ganti “Just another WordPress site” dengan selogan keren Anda, atau kosongkan saja.
  3. Zona Waktu: Pilih UTC+7 (Waktu Indonesia Barat) agar jadwal postingan Anda tidak kacau.
  4. Format Tanggal: Saya pilih j F Y (31 Januari 2025) agar mudah dibaca.
  5. Jangan lupa Save Changes!

 

4. Ganti Nama User “Admin”!

Cerita Saya:

Dulu, username Admin saya adalah… “admin”. I know, i know, hasilnya? Website saya kebanjiran percobaan login dari bot-bot dari luar negeri. Mereka sudah tau username-nya, tinggal nebak passwordnya saja. Serem, kan!

Mengapa Ini Penting Buat Anda:

Username “Admin” adalah nama yang paling umum dan paling pertama dicoba oleh hacker. Jangan mempermudah mereka!

Cara Saya Menjaga Agar Tetap Aman:

  1. Buat user Administrator BARU dengan username yang unik (bukan “admin”) dan email yang benar.
  2. Log Out, lalu Log In lagi dengan user yang baru tersebut.
  3. Hapus user “Admin” yang lama. Saat menghapus, pastikan kamu memilih “Attribute all content to…” dan pilih user baru Anda, agar semua artikel Anda tidak ikut terhapus.

 

5. Pasang Bodyguard dan Asuransi

Cerita Saya:

Setelah website saya kena hack dan tidak ada backup, saya harus membangun ulang semuanya dari nol lagi. Waktu dan energi yang terbuang sangatlah banyak. Jangan sampai ini terjadi juga pada Anda!

Mengapa Ini Penting Buat Anda:

  • Wordfence adalah bodyguard yang akan melindungi website dari serangan.
  • UpdraftPlus adalah asuransi. Jadi terjadi apapun, kamu bisa restore website dengan sekali klik.

Cara Optimasi Keamanan Website:

  1. Install Wordfence Securtiy (Plugin>Add New). Aktifkan dan ikuti wizardnya.
  2. Install UpdarftPlus.
  3. Pergi ke Setting>UpdraftPlus Backups.
  4. Atur jadwal backup dan PENTING BANGET: simpan backupnya di Google Drive atau Dropbox. Jangan cuma simpan di server!
  5. Klik “Backup Now” untuk backup pertama Anda. Rasakan lega yang sama seperti saya!

Nah, setelah melakukan 5 Hal Wajib Setelah Install Website ini diawal mungkin terlihat seperti hal-hal teknis yang membosankan. Tapi percayalah pada pengalaman saya yang pernah jatuh, investasi 30 menit ini akan menyelamatkan Anda dari stress berhari-hari di masa depan.

Website Anda sudah bukan lagi “website pemula”. Ia sudah punya pondasi yang kuat untuk tumbuh dengan aman dan sehat.

Saya Ingin Sekali Dengar Cerita Anda!

Apakah Anda punya tips lain? atau justru sedang stuck di salah satu langkah? Jangan sungkan untuk berbagi atau bertanya di kolom komentar di bawah. Kita bisa belajar bersama!

Selamat membangun website Anda!

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these